RETROSPECT

Jeda Waktu [Spasi.] Puncak

Processed with VSCOcam with f2 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

 

Processed with VSCOcam with f2 presetProcessed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with c1 preset

Processed with VSCOcam with b1 preset

Jeda waktu adalah suatu hal magis yang saya amat hargai dari hidup. Jika waktu menyembuhkan, waktu juga lah yang beri kesempatan – untuk telusuri jati diri, jadi poros sang inspirasi, dan sorakan konstan untuk terus berkarya. Dari mula membaca bait awal ‘Spasi’ yang ditulis oleh Dewi ‘Dee’ Lestari, prosa singkat ini langsung nyangkut tersimpan rapat di satu titik khusus dalam diri saya.. dan beginilah suaranya mengalir:

”  Seindah apa pun huruf terukir,

dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?

Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?

Dan saling menyayang bila ada ruang?  

DEE. / Spasi, 1998

Momen-momen kecil maupun besar, jadikan itu jembatan ruang yang mempertemukan kita kembali ke diri kita. Selaku jarak yang menyeiringi langkah sebuah hubungan di kanan dan di kiri, bukan di depan dan di belakang.

Puncak, Indonesia

2014

Cheers,

Tingling

Advertisements
Standard